×

Pencarian

Lubuk Larangan Garuda Mas Manggopoh Jadi Favorit Kegiatan Bimtek dan Kemah

Agam, NewsReportase.com - Wisata Lubuk Larangan Garuda Mas yang berada di Desa Batu Hampar Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus berkembang menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan.

Bagaimana tidak? Karena sejak mulai efektif beroperasi pada 2023, kawasan wisata yang memiliki lahan seluas sekitar satu hektare ini menawarkan suasana alam yang asri dengan aliran sungai yang menjadi habitat ribuan ikan larangan.

Keberadaan ikan-ikan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang untuk menikmati keindahan alam sekaligus melihat langsung upaya pelestarian lingkungan berbasis masyarakat.

Selain wisata alam, Lubuk Larangan Garuda Mas juga kerap dimanfaatkan sebagai lokasi berbagai kegiatan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Sejumlah instansi, organisasi, dan komunitas menjadikan kawasan ini sebagai tempat pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek), pelatihan, hingga perkemahan.

Untuk mendukung berbagai aktivitas tersebut, Pemilik Wisata Lubuk Larangan Garuda Mas, Edityawarman menyediakan sejumlah fasilitas. Di antaranya aula pertemuan dan penginapan yang dapat digunakan oleh peserta kegiatan maupun wisatawan yang ingin menginap.

Menariknya, pengunjung tidak dikenakan biaya masuk atau tiket alias gratis. Kebijakan ini menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya kunjungan masyarakat, terutama pada akhir pekan dan hari libur.

"Pada Sabtu dan Minggu, jumlah pengunjung yang datang ke kawasan wisata ini dapat mencapai 100 hingga 300 orang per hari. Mereka berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat maupun luar daerah yang ingin menikmati suasana alam sekaligus mengenal tradisi lubuk larangan," katanya.

Lubuk larangan sendiri merupakan kearifan lokal masyarakat Minangkabau dalam menjaga kelestarian sumber daya perairan. Melalui kesepakatan adat dan masyarakat setempat, ikan yang hidup di kawasan boleh ditangkap dengan cara dipancing dengan sistem borongan dengan tarif Rp500.000.

Berangkat dari semangat pelestarian tersebut, Edityawarman kemudian menyulap Lubuk Larangan Garuda Mas sebagai kawasan konservasi yang dipadukan dengan pengembangan wisata berbasis masyarakat. Upaya ini tidak hanya menjaga keberlangsungan habitat ikan, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui sektor pariwisata.

Dengan dukungan masyarakat dan potensi alam yang dimiliki, Wisata Lubuk Larangan Garuda Mas diharapkan terus berkembang sebagai destinasi wisata edukatif, konservatif dan ramah bagi seluruh kalangan pengunjung.(*)